Tugas mandiri 5 teori dan perilaku organisasi

 NAMA : Yurina Giawa

KELAS : PAGI

JURUSAN : SISTEM INFORMASI


1. Teori pembentukan kelompok

  

Teori Kedekatan (Propinquity) Teori yang sangat dasar tentang terbentuknya kelompok ini adalah menjelaskan adanya afiliasi di antara orang – orang tertentu. 

Teori Interaksi (Geome Homans) Teori pembentukan kelompok yang lebih komprehensif adalah suatu teori yang berasal dari George   Homans. Teorinya berdasarkan pada aktivitas-aktivitas , interaksi-interaksi, dan sentimen-sentimen (perasaan atau emosi). 

Teori Keseimbangan (Theodore Newcomb) Salah satu teori yang agak menyeluruh. (comprehensive) penjelasannya tentang pembentukan kelompok ialah teori keseimbangan (a balance theory of group formation) yang dikembangkan oleh Theodore Newcomb. Teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik pada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan. 

Teori Pertukaran, teori yang sekarang ini mendapat perhatian betapa pentingnya di dalam memahami terbentuknya kelompok  ialah teori pertukaran (exchange theoty). Teori ini ada kesamaan fungsinya dengan teori motivasi dalam bekerja. Teori propinquity, interaksi, keseimbangan, semuanya memainkan peranan di dalam teori pertukaran ini.

2.  Alasan terbentuk nya kelompok

      *. Dorongan untuk Mempertahankan Hidup

Dengan membentuk atau bergabung dengan kelompok yang telah ada, secara tidak langsung manusia tersebut telah berusaha mempertahankan hidupnya. Hal tersebut dikarenakan kebutuhan hidupnya yang tidak mungkin akan terpenuhi semua dengan hidup menyendiri. Dengan adanya kelompok sosial, hubungan manusia akan semakin luas sehingga ke mana pun pergi akan lebih merasa aman.

   * Dorongan untuk Meneruskan Keturunan

       Keluarga dapat menjadi kelompok sosial untuk meneruskan keturuan. Secara naluri alami, manusia pasti ingin melanjutkan generasi dan keturunannya. Kalian pasti tahu bahwa nilai-nilai tentang norma pasti diawali di lingkungan keluarga, bukan? Nah, keluarga dapat menjadi social control bagi individu-individu dalam keluarga itu sendiri.

    * . Dorongan untuk Meningkatkan Efisiensi dan Efektivitas Kerja

Di era modern seperti sekarang ini, individu dituntut untuk melakukan pekerjaan secara efektif dan efisien untuk mendapat hasil kerja yang maksimal. Dengan adanya pembagian tugas yang jelas dalam suatu kelompok sosial, maka pekerjaan yang dihasilkan akan dapat maksimal dan dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitas kerja demi mencapai tujuan bersama.


3. Kenapa miskomunikasi atau kesalahan komunikasi dapat menimbulkan akibat fatal

   

* Perbedaan kepribadian

Konflik di tempat kerja yang pertama yakni adanya perbedaan kepribadian antara karyawan satu dengan karyawan lainnya. Terlebih di Indonesia yang mempunyai beragam suku bangsa, perbedaan karakter, latar belakang dan tempat seseorang di besarkan bisa menjadi pemicu adanya konflik.

 

* Cara Komunikasi yang buruk

Konflik di tempat kerja yang selanjutnya yakni adanya komunikasi yang terjadi dengan tiap karyawan yang buruk. Seperti diketahui bahwa hubungan antara diri sendiri dan orang lain tidak bisa dipisahkan dengan yang namanya komunikasi.


Apabila komunikasi yang terjadi tidak maksimal atau bahkan cenderung buruk, maka bisa menjadi penyebab terjadinya kesalahpahaman yang berujung pada konflik di tempat kerja.


 * . Proses bisnis berantakan


Dengan melakukan kesalahan dalam berkomunikasi pada saat menjalankan bisnis maka akan menimbulkan dampak buruk, dimana bisnis yang dijalankan akan sulit mengalami perkembangan yang baik.


Mengingat dengan adanya komunikasi yang baik maka akan mampu memberikan solusi jika bisnis yang dijalankan menemui masalah ataupun membahas terkait rencana-rencana yang akan dilakukan untuk bisnis kedepannya. Sehingga proses bisnis yang dijalani akan lebih meningkat, dan dapat dikembangkan secara lebih efisien.


Sebaliknya jika terjadi kesalahan dalam berkomunikasi maka akan mengakibatkan proses bisnis yang tidak optimal mengingat proses-proses bisnis yang direncanakan mengalami perbedaan informasi atau kesalahan informasi.


  * Pemasaran dan pelayanan menurun


Berkomunikasi dalam bisnis tidak hanya berkaitan dengan rekan kerja tetapi juga dengan konsumen. Dimana sudah menjadi suatu keharusan jika pelaku bisnis melakukan komunikasi dengan baik pada saat melakukan pemasaran dan pelayanan.


Dengan begitu diharapkan kegiatan pemasaran dan pelayanan ini dapat mampu dijalankan dengan maksimal supaya meningkatkan angka penjualan dan membuat konsumen lebih tertarik pada produk atau jasa yang ditawarkan.


Sehingga akan memberikan kepuasan konsumen karena mampu memberikan pelayanan terbaik, dan penjelasan terkait produk atau jasa yang ditawarkan. Sedangkan bagi Anda pelaku bisnis dapat meraih angka pendapatan atau penjualan yang signifikan.

Kehilangan kepercayaan


Dampak kesalahan berkomunikasi yang satu ini dapat dikatakan sangat fatal. Mengingat ketika seseorang terus melakukan kesalahan komunikasi yang kurang baik akan menimbulkan kesalahpahaman dan dari kesalahpahaman itulah akan sedikit demi sedikit menghilangkan rasa kepercayaan.


Padahal seperti yang kita ketahui dalam menjalankan bisnis perlu adanya sebuah tim untuk melakukan kerjasama. Jika dalam suatu tim terdapat anggota yang tidak saling percaya satu sama lain maka akan menimbulkan kinerja yang tidak efektif dan rasa yang kurang nyaman dalam berbisnis.


4. Jelaskan secara singkat model komunikasi linear David Kenneth Berlo

   *S untuk Sender/Source atau Sumber atau Pengirim Pesan


Sender/source atau pengirim pesan adalah sumber berasalnya pesan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi elemen sender/source atau sumber yaitu keterampilan komunikasi, sikap, pengetahuan, sistem sosial, dan budaya.


Keterampilan komunikasi (communication skills)

merupakan kemampuan individu untuk berkomunikasi seperti kemampuan untuk membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, dan lain sebagainya. Keterampilan komunikasi yang dimiliki oleh sender/source atau sumber merupakan faktor yang mempengaruhi proses komunikasi. Jika sender/source atau sumber memiliki keterampilan komunikasi yang baik, maka pesan akan dapat dikomunikasikan dengan lebih baik. Sebaliknya, jika sender/source atau sumber tidak memiliki keterampilan komunikasi yang baik, maka pesan tidak dapat dikomunikasikan dengan baik. Komunikasi yang efektif pun tidak akan terjadi.

   ✓ (attitudes)

merupakan sikap yang diberikan oleh sender/source atau sumber kepada diri sendiri, khalayak, dan lingkungan dapat memberikan perubahan makna dan efek pesan.



 ✓Pengetahuan (knowledge)

merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh sender/source atau sumber tentang subyek pesan yang membuat pesan dikomunikasikan memiliki efek yang lebih terhadap khalayak. Dengan memiliki pengetahuan yang baik tentang subyek akan membuat pesan dapat dikirimkan secara lebih efektif oleh komunikator. Perlu dipahami bahwa pengetahuan disini menyangkut pengetahuan tentang subyek bukan pengetahuan secara umum.

  ✓Sistem sosial (social systems)

meliputi beberapa aspek sistem sosial seperti nilai-nilai, kepercayaan, budaya, agama, dan pemahaman umum terkait masyarakat. Aspek-aspek ini mempengaruhi cara sender/source atau sumber dalam mengkomunikasikan pesan.

 ,✓Budaya (culture)

merupakan bagian dari masyarakat yang juga berada dalam sistem sosial. Budaya merupakan salah satu dari faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi. Sebagaimana telah kita pelajari dalam Komunikasi Antar Budaya atau Komunikasi Lintas Budaya bahwa latar belakang budaya yang dimiliki oleh individu dapat mempengaruhi dalam pembentukan serta penerimaan pesan. Dengan kata lain, perbedaan budaya mempengaruhi dalam penerimaan pesan. Untuk itu kita sebagai sender/source atau sumber harus memiliki pengetahuan yang baik tentang khalayak yang menjadi sasaran komunikasi.


5. Komunikasi yang di sebut efektif

  * Jika pesan yang diterima dan di mengerti sebagaimana dimaksud oleh pengirim pesan, ada perbuatan timbal balik yang dilakukan secara sukarela oleh penerima pesan, dan dapat meningkatkan kualitas hubungan antara pribadi dan tidak ada hambatan

Komentar