UAS 1 TEORI DAN PERILAKU ORGANISASI KAMPUS ITBI MILENIAL MEDAN
NAMA : YURINA GIAWA
KELAS : PAGI
JURUSAN : SISTEM INFORMASI
1. Motivasi adalah sebuah dorongan, hasrat atau pun minat yang begitu besar di dalam diri, untuk mencapai suatu keinginan, cita-citra dan tujuan tertentu. Adanya motivasi akan membuat individu berusaha sekuat tenaga untuk mencapai yang diinginkannya.Dan
Teori X ini menyatakan bahwa pada dasarnya karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan secara alami tidak termotivasi dan tidak suka bekerja. Dengan asumsi dan anggapan demikian, maka manajemen akan cenderung menggunakan gaya otoriter dalam mengoperasikan perusahaannya. Menurut Teori X ini, manajemen harus secara tegas melakukan intervensi untuk menyelesaikan suatu masalah atau pekerjaan. Gaya Manajemen ini menyimpulkan bahwa pekerja pada dasarnya :
- Tidak suka bekerja.
- Perlu diawasi, dipaksa, diperingatkan untuk mengerjakan pekerjaannya.
- Membutuhkan pengarahan dalam melaksanakan tugasnya.
- Tidak menginginkan adanya tanggung jawab.
- Tugas yang diberikan harus diawasi setiap langkah pengerjaannya.
Menurut pengamatan Douglas McGregor, karyawan yang bertipe X ini sebenarnya hanya minoritas, namun untuk mengendalikan sebuah perusahaan yang memiliki jumlah karyawan yang banyak atau perusahaan manufaktur yang berskala besar, manajemen teori X ini mungkin diperlukan.
Teori Y
Teori Y ini menyatakan bahwa pada dasarnya karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan menyenangi pekerjaannya, termotivasi, kreatif, bangga terhadap hasil kerjanya yang baik, bekerja penuh dengan tanggung jawab dan senang untuk menerima tantangan. Dengan asumsi dan anggapan demikian, maka manajemen akan cenderang menggunakan gaya manajemen partisipatif. Teori Y ini beranggapan bahwa karyawannya :
- Bertanggung jawab penuh atas semua pekerjaannya dan memiliki motivasi yang kuat untuk mengerjakan semua pekerjaan yang diberikan kepadanya.
- Hanya memerlukan sedikit bimbingan atau bahkan tidak memerlukan bimbingan dalam menyelesaikan tugasnya.
- Beranggapan bahwa pekerjaan adalah bagian dari hidupnya.
- Dapat menyelesaikan tugas dan masalah dengan kreatif dan imajinatif.
Dalam organisasi atau perusahaan yang mengadopsi gaya manajemen berdasarkan Teori Y ini, semua karyawan terlibat dalam pengambilan keputusan dan memiliki lebih banyak tanggung jawab.
Perbandingan antara Teori X dan Teori Y
Dibawah ini adalah beberapa perbandingan dan perbedaan antara Teori X dan Teori Y dalam suatu manajemen perusahaan atau kelompok kerja.
Motivasi
Teori X menganggap karyawannya tidak suka terhadap pekerjaan, mereka bahkan berusaha untuk menghindari pekerjaan dan tidak ingin adanya tanggung jawab. Sebaliknya, Teori Y beranggapan semua karyawannya bekerja dengan motivasi dari dirinya sendiri dan bersedia untuk bertanggung jawab atas pekerjaan yang dilakukannya.
Gaya Manajemen dan Pengendalian
Gaya Manajemen pada organisasi yang bertipe X adalah gaya manajemen otoriter dan menggunakan sistem pengendalian terpusat. Sedangkan organisasi yang bertipe Y mengadopsi gaya manajemen yang partisipatif, karyawan atau anggota tim terlibat dalam pengambilan keputusan.
Pengorganisasian Kerja
Manajemen yang menganggap karyawannya adalah bertipe X akan menggunakan prinsip spesialisasi kerja untuk karyawannya dengan siklus kerja yang sama dan terus menerus (mengerjakan pekerjaan yang sama secara rutin). Sedangkan di Teori Y, Karyawan diberikan kebebasan yang lebih luas dalam mengembangkan keahliannya dan diberikan kesempatan untuk memberikan saran dan perbaikan.
Penilaian dan Penghargaan
Dalam memotivasi karyawan yang bertipe Teori X, Manajemen akan menggunakan pendekatan “Kelinci dan Wortel” yaitu memberikan penghargaan kepada karyawan yang berprestasi baik dan menghukum mereka yang berprestasi buruk. Sedangkan bagi karyawan yang bertipe Teori Y, Manajemen akan memberikan motivasi dengan cara melakukan promosi jabatan dan pengembangan karir yang lebih baik bagi karyawannya.
B. Hierarki kebutuhan Maslow ( Maslow's Hierarchy of Needs )
1. Teori Hierarki Maslow
Teori ini menyatakan bahwa ada lima kebutuhan dalam kehidupan manusia yang berdasarkan dengan hierarki mereka, mulai dari kebutuhan dasar hingga kebutuhan yang lebih tinggi, yaitu diantaranya adalah
- Physiological Needs
- Safety Needs
Safety Needs merupakan sebuah kebutuhan akan rasa aman dari berbagai kekerasan fisik dan psikologis, misalnya seperti lingkungan yang terhindar dari polusi, adanya perlindungan kesehatan dan keselamatan di tempat kerja serta tanpa adanya berbagai risiko kejahatan.
- Esteem Needs
Maslow mengatakan bahwa setelah seseorang memenuhi kebutuhan fisiologis, keselamatan, dan sosialnya, kemudain dia juga berharap untuk dikenali oleh orang lain, untuk memiliki reputasi dan kepercayaan yang baik, serta memiliki hak untuk dihargai oleh orang lain.
- Social Needs
Social Needs merupakan salah satu kebutuhan yang diartikan sebagai kebutuhan untuk dicintai dan juga mencintai seseorang. Karena manusia adalah makhluk sosial, maka setiap orang yang hidup di dunia ini berhak untuk memiliki keluarga dan juga teman.
- Self-Actualization
Menurut Maslow, kebutuhan ini adalah persyaratan yang paling tinggi, karena kebutuhan untuk realisasi diri merupakan salah satu kebutuhan atau keinginan individu untuk memenuhi ambisi pribadinya.
- Teori Kedekatan (Propinquity) Teori ini menyatakan bahawa seseseorang yang berhubungan dengan orang lain di karenakan adanya kedekatan ruang dan daerahnya (Spatial and geographical proximity) . Misalnya dalam suatu kelompok pegawai pegawai Yang bekerja dalam ruangan yang sama (berdekatan)akan mudah bergabung dan membuat hubungan hubungan yang menimbulkan adanya Kelompok, di bandingkan dengn pegawai pegawai yang secara fisik terpisah Satu sama lain. Teori yang sangat dasar tentang terbentuknya kelompok ini adalah menjelaskan adanya afiliasi di antara orang – orang tertentu.
- Teori Interaksi (Geome Homans) Teori pembentukan kelompok yang lebih komprehensif adalah suatu teori yang berasal dari George Homans. Teorinya berdasarkan pada aktivitas-aktivitas , interaksi-interaksi, dan sentimen-sentimen (perasaan atau emosi) yang satu sama lain Berhubungan langsung. Misalnya, Semakin banyak Aktivias seseorang yang di lakukan dengan orang lain (Shared) maka semakin banyak beraneka interaksinya dan semakin kuat timbulnya sentimen.
- Teori Keseimbangan (Theodore Newcomb) Salah satu teori yang agak menyeluruh. (comprehensive) penjelasannya tentang pembentukan kelompok ialah teori keseimbangan (a balance theory of group formation) yang dikembangkan oleh Theodore Newcomb. Teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik pada yang lain adalah didasarkan atas kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan.
- Teori Didasarkan atas alasan praktis (Praticallities Of Group Formation), Teori ini menyatakan bahwa suatu organisasi dapat mengelompok di karenakan alasan ekonomi,Keamanan,atau alasan lasan Sosial lainnya yang bersifat praktis.
Sebagai contoh, ketika berkecamuknya Perang Dunia II yang lalu. Ketika Jepang diminta oleh sekutu (Amerika Serikat) agar menyerah, Jepang menjawab permintaan tersebut dengan menggunakan perkataan “mokosatsu”. Maksudnya adalah “tidak memberikan komentar sampai keputusan diambil”. Tetapi, kata mokosatsu oleh Kantor Berita Domei diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris menjadi “ignore”, yang berarti “tidak perduli”.
Miskomunikasi inilah yang menjadi salah satu penyebab Hirosima dan Nagasaki dijatuhi bom atom dalam Perang Dunia II tersebut.
7. Model Komunikasi Berlo
Manfaat Mempelajari Model Komunikasi Berlo
Mempelajari model komunikasi Berlo dapat memberika manfaat, diantaranya adalah :
- Memahami akar model komunikasi Berlo.
- Memahami konsep model komunikasi Berlo.
- Memahami berbagai elemen dalam model komunikasi Berlo.
- Memahami berbagai kritik terhadap model komunikasi Berlo.
Komentar
Posting Komentar